Rabu, 18 Januari 2012

Pulau Marampit, Pulau teluar nan Elok

kali ini saya akan mensharing tentang pulau terluar  yang ada di negara kita tercinta ini. Pulau yang satu ini termasuk salah satu pulau yang menjadi batas wilayah NKRI dan mempunyai beban yang sangat berat yaitu menjaga kedaulatan  negara tercinta yaitu Indonesia.

Selain sebagai menjadi batas wilayah, kepulauan ini juga mempunyai keindahan tersendiri  dan masih perlu di kembangkan oleh negara kita. agar taraf kehidupan masyarakat di sana menjadi lebih meningkat. 

Pulau Marampit terletak di wilayah Kecamatan Nanusa Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan luas 12 Km². Memiliki 5 desa yaitu : Marampit, Marampit Timur, Laluhe, Dampulis Utara dan Dampulis Selatan. Titik Koordinat terluar laut Sulawesi 4® 46’ 18” LU dan 12718’ 32 “ BT.

Tanda perbatasan negara ( TD 057 A dan TR 057), berhadapan dengan jalur ALKI III (A1) jarak ke Kecamatan Nanusa ( Karatung ) 86 mil, ke Ibu Kota Kabupaten 23 mil, ke Ibu Kota  Provinsi 259 mil, dan ke Filipina = 78 mil. Pulau Marampit masuk dalam Kecamatan Nanusa, dimana Kecamatan Nanusa memiliki 7 ( tujuh ) pulau yaitu Pulau Marampit, Pulau Karatung, Pulau Kakoroton, Pulau Malo, Pulau Mangupung, Pulau Intata, dan Pulau Garat . Berdasarkan data bahwa di antara pulau-pulau tersebut hanya terdapat 3 (tiga) pulau yang berpenghuni yaitu Pulau Marampit, Pulau Karutung dan Pulau Kakorotan sedangkan yang lainnya belum berpenghuni. Adapun pulau Marampit memiliki 5 desa dengan total jumlah penduduk sebesar 1.436 jiwa, antara lain Marampit ( 94 KK ), Marampit Timur ( 87 KK ), Laluhe ( 72 KK),  Dampuli Selatan ( 82 KK ) dan Dampulis ( 91 KK ).
Akses menuju ke Pulau Marampit dapat ditempuh dengan menggunakan kapal laut yang bertolak dari Pulau Karatung. Saat ini sudah tersedia layanan angkutan kapal penumpang KM Sangiang yang dilayani oleh PT. Pelni. Rute yang ditempuh adalah Bitung – sarana – Ulusiau – Tahuna – Lirung – Karatung – Miangas – Tobelo – Buli – Gebe – Babang. Selain itu, akses menuju Pulau Marampit dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan udara dari Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado menuju Bandar Udara Melonguane (ibukaota kabupaten Kepulauan Talaud) selama ±1 jam dan dilanjutkan dengan menggunakan speed boat atau long boat dari Melonguane menuju Pulau Marampit selama ±4jam.

 wing air di Bandara Udara Melonguane

Speed Boad

Pulau Marampit

Pulau ini berbatasan dengan Republik Filipina di sebelah Utara sedangkan sebelah timurnya berbatasan dengan Samudera Pasifik. Pulau Marampit umumnya berupa dataran rendah, sebagian rawa yang ditumbuhi tanaman talas, sagu, hutan mangrove, gundukan batu karang/kapur dan tanaman kelapa dengan pasir putih hampir di seluruh pesisir pantai.Pulau ini dihuni oleh 1.436 Jiwa, dengan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, pegawai dan nelayan.Kopra, pala, dan buah buahan merupakan hasil bumi yang diperjualbelikan disana. Sedangkan nelayan menjual ikan-ikan karang ke Karatung , Ibukota Kecamatan Nanusa. Namun, masyarakat masih kesulitan akan pemasaran dari hasil bumi mereka. Sebagian hasil bumi hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan hanya sebagian kecil yang diperjualibelikan karena kurangnya sarana pemasaran.Seluruh penduduk Pulau Marampit beragama Kristen Protestan, yang bernaung dalam organisasi Gereja Masehi Injil Talaud (GERMITA).Organisasi ini membantu dalam setiap kegiatan masyarakat sebab gereja menjadi tempat sosialisasi yang sangat efektif. Di masing-masing desa terdapat satu gereja yang diketuai oleh ketua jemaat.Gereja ini menjadi tempat utama bagi masyarakat di Pulau Marampit untuk bersosialisasi. 

kalau di jakarta terdapat Becak disana juga terdapat becak juga namanya bentor ( becak motor ), *gubrakk* tapi ini terletak di ibukotanya yaitu di Melonguane... 


Bentor ( Becak Motor )
perjalanan ane lanjutkan ke TKPnya langsung deh, kita lihat panorama yang muncul di kepulauan Marampit  
Pulau Marampit, pigir pulau 


Pasir Putih 
 Subhanallah.. coba saksikan sendiri panorama yang berhasil di foto.. gambar ini di ambil pas perjalanan pulang dari Pulau Marampit ke Ibu kotanya ( melonguane )






Hampir setiap Pulau perbatasan dan tertinggal yang ada di Indonesia masih mengalami yang namanya krisis energi. Di Pulau ini telah tersedia jaringan listrik PLN. Listrik menyala hanya selama 6 jam, yakni jam 18.00-24.00. Energi yang dibangkitkan berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel atau yang lebih dikenal dengan genset. Masalah yang sering dihadapi dari Pembangkit ini adalah asupan untuk bahan bakar genset yang sering terlambat dan mahalnya biaya penyuplaian bahan bakar ke Pulau, karena letaknya yang jauh dari Ibukota Kabupaten maupun Ibukota Provinsi. Menurut informasi yang kami dapat dari tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, dengan keadaan listrik menyala selama ±6 jam, maka dalam satu bulan rata-rata masyarakat harus membayar tagihan listrik kurang lebih sebesar Rp. 8.000,- sampai Rp. 10.000,- untuk kebutuhan rumah tangga mereka. Diperkirakan saat listik menyala 1 x 24 jam, biaya listrik per bulan ± Rp. 85.000,-. Penghasilan rata-rata masyarakat yang bekerja sebagai petani ialah sebesar 1 – 3 juta didapatkan dari hasil panen kelapa yang hanya 3-4 bulan sekali.Sedangkan penghasilan masyarakat yang bekerja sebagai nelayan tidak menentu.Hal ini dikarenakan, masyarakat masih mencari ikan secara tradisional, yakni dengan menggunakan kapal kayu dan dayung.Hanya sebagian kecil dari nelayan yang menggunakan kapal bermotor.

oke sekian dulu sharing dari saya. 
Ayo kita semangat untuk memperjuangkan negara kesatuan Republik indonesia.. Tetap Semangat.

Inovation memajukan Masyarakat menuju Kemandirian 

  











5 komentar:

  1. Saya sangat senang sekali membaca cerita asli tentang pulau MERAMPIT ini. Saya heran ko bisa bisanya sampai ke pulau nun jauh disana ini.
    Saya ingin sekali bisa sampai disini sebelum saya mati. Semoga saya diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bisa berwisata disini

    Sungguh maha besar Alloh yang telah membuat alam begitu indahnya. Sangat menarik sekali kehidupan disana buat saya. Sy yang tinggal di Bandung dan memang mencitai pariwisata dan saat ini juga melakukan bisnis pariwisata di Bandung ingin sekali bisa hidup disana beberapa minggu dan berbaur dgn masyarakat disana.

    Atau paling tidak saya ingin mengenal orang sana. Kalo ada orang sana yang mau jadi teman saya boleh sms aku 0818220650

    Salam wisata dari saya di Bandung

    BalasHapus
  2. Terima kasih. Cantik gambarnya serta info yang diberi sangat membantu. Saya daripada Malaysia.

    BalasHapus
  3. Indonesia indah luar biasa....

    BalasHapus